Sejarah Panjang Jam Tangan Digital

Sejarah Panjang Jam Tangan Digital

Siapa di sini yang suka menggunakan jam tangan digital?Mungkin sebagian orang berpikir bahwa jam tangan digital dijalankan dengan menggunakan mekanisme yang baru. Tetapi, ternyata sejarah panjang jam tangan digital sudah dimulai sejak puluhan tahun lalu. Tentu saja di awal kemunculannya, jam tangan digital tidak seperti saat ini.

Jam tangan digital memang terhitung sebagai salah satu jam yang sangat praktis dalam tampilannya. Bentuknya yang trendy sangat cocok bagi orang-orang yang memiliki beragam rutinitas yang cukup padat dan disertai dengan mobilitas yang cukup tinggi.Untuk mengetahui lebih lanjut tentang jam tangan digital, yuk simak sejarah jam tangan digital berikut ini.

Jump Hour Mechanism

Bermula dari Josef Pallweber yang membuat mekanisme “jump-hour” pada tahun 1883. Bila dilihat dari sebutannya, kita mungkin beranggapan bahwa jam ini melompat dari penunjuk waktu awal ke penunjuk waktu selanjutnya. Namun, sebenarnya mekanisme dari jump hor tidaklah demikian.

Pada mekanisme ini, jam memiliki lubang pada bagian dial. Lubang ini akan menunjukkan waktu terkini, sesuai dengan gerakan piringan yang ada di bawah dial. Piringan ini terus menerus berputar selama masih memiliki daya.

Hal ini tentu saja kebalikan dengan jam analog biasa. Jika pada jam analog kita biasa melihat jarum jam yang berputar menunjukkan angka waktu yang sesuai untuk saat ini, lain halnya dengan jam dengan jump hour mechanism yang mana malah angkanya yang bergerak dan terus berputar.

Pertama kali digunakan oleh Raja Louis-Philippe d’Orléans dalam jam sakunya di tahun 1830-an. Hingga akhirnya diproduksi secara massla pada tahun 1883. Uniknya, hingga kini masih ada yang memproduksi jam tangan dengan mekanisme ini, meski tentu saja hargany cukup tinggi dengan stock yang limited edition.

Jam Tangan Digital

Bergeser ke jam tangan digital yang terinspirasi dari jump hour mechanism. Di tahun 1970an mula-mula muncul jam digital pertama yang diberi nama Hamilton Pulsar. Selain dari jump hour mechanism, jam tangan ini juga terinspirasi dari film berjudul “2001: A Space Odissey”.

Pada awal kemunculannya, jam tangan ini masih cukup mahal. Dilengkapi dengan tenaga LED yang masih cukup lagka dan juga terbuat dari bahan emas 18 karat. Texas Instrument berinovasi membuat jam digital karyanya sendiri yang masih menggunakan LED namun dalam case yang lebih sederhana berbahan plastik. Dengan adanya jam digital di tahun 1975 ini, akhirnya harga dari jam tangan digital ini menurun cukup drastis. Bahkan, hal ini hingga membuat Texas Instrument cukup merugi dan tidak lagi membuat jam tangan digital lagi.

Teknologi jam tangan terus menerus berkembang hingga muncul teknologi berbasis quartz movement. Produk-produk jam tangan digital di Jepang sangay diuntungkan dengan kehadiran mekanisme ini dan produksi jam tangan ini berkembang cukup pesat. Adalah brand jam tangan Seiko yang menjadi pelopor dari produksi jam tangan digital dengan teknologi terbaru.

Tidak ingin lagi mengulangi kegagalan yang pernah dirasakan oleh Texas Instrument dalam bidang jam digital, industry jam tangan terus berinovasi hingga munculah berbagai fitur tambahan pada jam tangan. Hingga kini, sudah ada jam tangan digital yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas selayaknya pada smartphone seperti memo, kalender, stopwatch, kompas, heart beat tracker, GPS bahkan fitur mengangkat telepon.

Tentu saja perkembangan sejarah jam digital tidak akan berhenti sampai di sini. DI masa mendatang bukan tidak mungkin kita bisa menjumpai jam tangan canggih seperti yang ada di film-film layar lebar. Tidak ingin ketinggalan dengan teknologi jam tangan digital yang semakin pesat? Anda perlu membeli jam tangan digital dengan terkini dengan kualitas yang terjamin hanya di Grand Yasmin Semarang.

 

0